Karakteristik Anak Usia Dini Yang Wajib Diketahui




Bagaimana karakteristik anak usia dini yang wajib diketahui? Tentu para orangtua dan calon orangtua banyak yang penasaran dengan tema yang akan kita bahas pada artikel ini. 

Sebelumnya masuk ke pembahasan, maka ada baiknya kita mengenal sedikit lebih lanjut tentang istilah anak usia dini. Selain itu, kita juga akan sedikit mengenal alasan penting untuk mengetahui pentingnya perkembangan anak pada masa usia dini tersebut. 

Apakah Anak Usia Dini Itu?


Anak usia dini adalah anak dalam rentang usia 1-6 tahun yang sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. yang mana pada usia ini anak memiliki karakteristik yang berbeda dari anak yang telah melewati usia ini. Pada dasarnya anak usia dini harus diberi arahan dan bimbingan secara baik dari orang tua maupun lingkungan sekitarnya. 

Pada usia 0-4 tahun perkembangan otak anak mencapai 50%, kemudian 4-8 tahun mencapai 80%, dan usia 18 tahun baru mencapai 100%. Oleh karena itu pada usia 0-6 tahun sering disebut dengan masa keemasan atau "golden Age". Karena pada usia itu perkembangan daya serap seseorang sangat pesat, sehingga apabila seseorang yang mengalami broken home pada usia ini akan tertanam di dalam dirinya hingga ia dewasa. Oleh karena itu untuk memahami bagaimana cara mendidik anak agar menjadi berkarakter hingga ia dewasa kita perlu memahami terlebih dahulu apa saja karakteristik anak itu sendiri. Mari kita ulas satu persatu apa sajakah karakteristik anak usia dini? 

13 Karakteristik Anak Usia Dini Yang Wajib Diketahui Oleh Orang tua

1. Memiliki Rasa Ingin Tahu Yang Tinggi

Anak selalu memiliki rasa ingin tahu yang tinggi karena pada usia dini anak baru mulai mempelajari semua hal baik dari lingkungan maupun dalam kehidupan sehari-hari. Semua hal yang dilihat anak akan menjadi sebuah pertanyaan besar di dalam pikirannya sehingga ia akan mencari tahu dan mempelajari hal itu, dengan cara bertanya kepada orang dewasa ataupun mencari tahu sendiri dengan cara melakukan berbagai eksperimen. 

Pada usia 2-8 tahun anak sudah mulai banyak bertanya kepada orang dewasa atau orang tuanya. Terkadang banyak orang tua yang merasa anak nya terlalu banyak pertanyaan sehingga orang tua ini malas menjawab pertanyaan dari anaknya. ini adalah suatu hal yang perlu bunda hindari yaaa. Anak banyak bertanya itu berarti sel otak anak sedang mengalami perkembangan. Banyak sel neorik otak yang sedang terhubung satu persatu yang menyebabkan rasa ingin tahunya yang tinggi. 

Semua benda yang belum pernah dilihat anak akan ia tanyakan, pekerjaan yang dilakukan oleh orang sekitarnya juga ingin ia ketahuiketahui, anak memiliki rasa penasaran dengan semua hal sehingga ia ingin tahu segalanya melalui bertanya dan mencari tahu sendiri. Pada usia ini anak belum dapat membedakan hal baik dan buruk sehingga orang tua perlu mengarahkan anak pada hal yang baik karena anak akan menyerap semua dengan sangat cepat semua perbuatan baik dan buruk. 

Naahh... Pada usia ini sebaiknya bunda memberikan jawaban yang positif dari berbagai pertanyaan buah hati bunda. Mengajarkan perberdaan sikap yang baik dan yang buruk Sebaiknya anak diberikan berbagai permainan yang dapat merangsang perkembangan otak anak. Mendekatkan dan mengenalkan anak kepada Tuhan yang menciptakan alam ini. 

2. Egosentris

Anak juga memiliki karakteristik egosentris yaitu rasa egois yang sangat tinggi. Anak akan merasa egois dengan apa yang dimiliki karena anak merasa memiliki akan hal- hal yang baru dalam hidupnya. Anak merasa ingin menjadi pusat perhatian dalam lingkungan sekitarnya sehingga ia melakukan berbagai hal untuk mendapatkan perhatian itu. Rasa egois anak akan menjadi semakin besar ketika ada orang lain yang meminjam barang-barangnya, atau ketika orang lain berbicara dengan orang tuanya.

3. Mudah bosan

Karakteristik anak selanjutnya yaitu anak mudah bosan. Pada usia dini anak memiliki ketertarikan tinggi terhadap berbagai hal namun juga anka mudah bosan dengan hal-hal yang kurang menarik baginya, terutama jika anka di ajak belajar secara monoton tanpa adanya variasi dari orng tua atau pendidik makan anak tersebut pasti tidak mau mengikuti pelajaran yang akan kita berika. Para orang tua atau pendidik harus dapat menarik perhatian anak agar tidak mudah merasa bosan. 

4. Memiliki pribadi yang unik

Setiap anak memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Semua anak memiliki keunikan sendiri dalam dirinya, baik dari segi berbicara, belajar, cara berteman  maupun dalam bermain.

5. Spontan

Anak juga memiliki karakteristik spontan. Hal ini dapat dilihat dari cara bicara anak yang jujur apa adanya tanpa rekayasa. Apa yang dilihat anak makan akan disampaikan dengan jelas tanpa ada hal yang ditutupinya. Seorang anak juga tidak pandai berbohong itu adalah bukti dari karakteristik anak yang bersikap spontan. 

6. Aktif dan Energik

Seorang anak juga memiliki sikap yng aktif dan energik dimana hal ini dapat terlihat dari kegiatan anak sehari-hari yang tak pernah merasa lelah. Biasanya anak akan bermain dan berpetualang tanpa henti kecuali ketika sedang tidur baru ada istirahat, jika belum tidur makan akan ada banyak sekali kegiatan yang ia lakukakan. 

7. Berpikir Konkrit

Anak usia dini berpikir secara konkrit hal ini dapat dilihat dari cara anak menilai suatu hal dengan apa adanya anak usia dini belum dapat berpikir secara abstrak. Segala yang dilihat harus sesuai dengan apa yang sebenarnya. 

9. Senang Berimajinasi

Karakteristik anak selanjutnya yaitu senang berimajinasi. Hal ini dapat dilihat ketika anka sedang bermain peran,misalnya ketika anak bermain dengan boneka makan ia akan berperan sebagai kakak atau ibu dan mulai berimajinasi dengan boneka tersebut. Bahkan anak juga sering membuat teman hayalan nya sendiri untuk bermain. 

10. Berjiwa Petualang


Karakteristik Anak Usia Dini Yang Wajib Diketahui



Karakteristik anak usia dini yang wajib diketahui selanjutnya yaitu berjiwa petualang. Pada usia ini anak akan senang jika menjelajahi lingkungan baru.  Membongkar-bongkar barang, bermain di alam akan terasa lebih menyenangkan bagi anak usia dini. 

11. Makhluk Sosial

Anak juga merupakan bagian dari makhluk sosial. Hal ini dapat dilihat pada anak yang berusaha menarik perhatian orang di sekitarnya agar ia dapat diterima dalam lingkungannya. Anak akan senang jika dapat diterima dengan baik oleh teman-teman sebayanya. 

12. Daya konsentrasi yang pendek

Anak memiliki daya konsentrasi yang pendek. Hal ini telah dijelaskan juga bahwa anak mudah bosan. Jika sudah bosan maka akan sulit untuk menarik perhatiannya kembali. Perhatian anak akan sangat mudah teralihkan ke hal yang menurutnya lebih menarik, oleh karena itu orang tua maupun para pendidik harus pandai dalam menarik perhatian anak. Buatlah pembelajaran yang bervariasi agar anak tidak mudah bosan dan manfaatkan daya konsentrasi anak ini agar tidak mudah teralihkan pada hal-hal lain. 

13. Semangat Belajar Yang Tinggi

Rasa keingintahuan yang tinggi membuat semangat belajar anak tinggi juga. Dari rasa ingin tahu sehingga anak akan giat dalam mempelajari hal-hal yang menarik baginya. Misalnya anak memiliki ketertarikan dibidang seni makan anak tersebut akan terus mempelajari seni tersebut secara berulang-ulang dengan semangat yang tinggi hingga ia merasa sudah bisa. 


Nahh itu lah 13 karakteristik anak usia dini yang wajib diketahui oleh orang tua maupun pendidik. Semoga dengan memahami karakteristik anak usia dini maka orang tua dan pendidik dapat lebih mudah dalam mendidik anak-anaknya. Semoga bermanfaat.