Cara Mudah Mengajarkan Toilet Training Kepada Anak


Ada trik khusus yang dapat bunda lakukan untuk cara mudah mengajarkan toilet training kepada anak-anak. Bunda tentu ingin mengajarkan toilet training untuk sang buah hati bukan? Karena toilet training ini merupakan hal yang sangat penting untuk dilatih sejak dini bunda. 

Mengajarkan anak-anak toilet training menjadi langkah awal yang akan membantu anak untuk mandiri dan juga akan sedikit meringankan beban bunda yang selalu kewalahan dengan anak yang buang air di sembarang tempat.

Sebelum kita membahas bagaimana cara melakukan toilet training ini, kita perlu tahu terlebih dahulu apa itu toilet training. 

Apakah Toilet Training Itu? 


Toilet training adalah latihan untung BAK (buang air kecil) dan BAB (buang air besar) pada tempatnya. Hal ini memang terdengar sepele ya, namun tak jarang para orang tua sering mengeluh karena anaknya sudah diatas 4 tahun namun belum bisa mengutarakan keinginannya untuk ke kamar mandi. Hal ini lah yang membuat mengapa toilet training itu perlu dilakukan sejak dini. 

Pada dasarnya toilet training merupakan suatu hal yang perlu dilatih agar saraf sensor anak dapat bekerja dengan baik. Anak perlu melatih perubahan apa yang terjadi ditubuhnya ketika ingin BAK (buang air kecil) maupun BAB (buang air besar). 

Tentunya perlu waktu yang tidak sebentar dan cara yang berulang-ulang agar anak dapat memahami perubahan apa yang terjadi didalam tubuhnya sehingga orang tua maupun pengasuh harus ekstra sabar dalam menerapkan toilet training pada anak. Sampai anak memahami ada rasa yang berbeda saat kantung kemih nya sudah penuh atau rasa sakit perut ketika ingin BAB (buang air besar). Agar rasa itu bisa disadari oleh anak maka sangat perlu bimbingan dari orang tua maupun pengasuh. 

Kapankah waktu yang tepat untuk memulai toilet training? 


Sebelum kita lanjut ke cara mudah mengajarkan toilet training kepada anak, maka kita harus tahu dulu waktu yang tepat untuk memulai toilet training kepada di kecil. Setelah kita mengetahui apa itu toilet training, lalu kapankah waktu yang tepat untuk memulainya? Sensor anak mulai bekerja pada usia 18-24 bulan, setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda-beda jadi tidak bisa dipaksakan antara anak satu dengan yang lainnya. Dalam hal toilet training ini orang tua harus memiliki komitmen dan harus sabar dalam melatih anak nya. Pada usia 18 bulan anak mulai bisa merasakan perubahan-perubahan yang terjadi di dalam dirinya. 

Dalam hal ini orang tua harus dapat memperhatikan gejala-gejala yang muncul ketika anak ingin BAK atau BAB. Pada usia ini mungkin anak belum bisa mengutarakan niatnya untuk ke kamar mandi, namun anak sudah mulai memiliki gejala jika ingin buang air kecil atau buang air besar. Misalnya ketika ingin buang air anak akan lebih sering pergi kesudut-sudut ruangan, jika sedang duduk di sofa ia akan turun, pergi ke belakang orang tua atau sekedar berdiri. Jika anak bunda menunjukkan gejala tersebut maka saat inilah waktu yang tepat untuk melakukan toilet training. 

Bagaimana Cara Mudah Mengajarkan Toilet Training Kepada Anak? 

Cara Mudah Mengajarkan Toilet Training Kepada Anak
Mengajarkan toilet training

1. Latihan Ke Toilet Sesering Mungkin

Pada awal memulai toilet training ini bunda harus melatih anak ke toilet sesering mungkin. Memulainya mungkin agak sulit, bunda perlu memperhatikan waktunya setiap berapa jam sekali anak bunda buang air kecil. Kemudian ajaklah anak ke toilet setiap selang beberapa jam tersebut. Misalnya setiap 2-3 jam sekali ajaklah anak ke toilet dan harus dilakukan secara terus-menerus. 

Jika dalam waktu seminggu bunda sudah melakukan hal ini namun belum berhasil maka jangan di paksa atau langsung memarahi anak karena anak akan merasa sedih dan toilet training adalah suatu hal yang sulit baginya. Bisa jadi anak bunda belum siap untuk melakukan toilet training. Bunda harus bersabar beberapa waktu atau beberapa bulan lagi untuk melatih anak bunda. Karena perkembangan setiap anak itu berbeda-beda ada yang cepat dan ada yang agak lambat biasanya anak perempuan lebih cepat dalam toilet training dibandingkan anak laki-laki. Jadi jika anak bunda gagal dalam metode ini b miinunda tidak perlu cemas bunda bisa mencari metode yang lain dalam melatih toilet training pada buah hati bunda. 

2. Ajak Anak Ke Toilet Bersama

Ketika melakukan toilet training sebaiknya jangan suruh anak ke toilet namun ajaklah anak untuk ke toilet bersama. Misalnya ketika bunda akan ke toilet lalu katakan pada anak bunda " Nak ayo kita ke toilet, bunda mau pipis". Dengan begitu ia akan berpikir bahwa orang tuanya juga ke toilet untuk buang air sehingga ia juga akan mengikuti apa yang dikerjakan orang tuanya. Karena pada dasarnya anak itu belajar dari orang terdekatnya, anak juga suka meniru apa yang dilakukan oleh orang disekitarnya, sehingga cara ini dapat bunda lakukan di rumah. 

Jika anak bunda laki-laki maka mintalah ayahnya yang mengajaknya ke toilet bersama. Hal ini dapat dilakukan ketika buang air kecil namun pada saat buang air besar bunda tidak perlu mengajak anak bunda. Hal ini dapat bunda lakukan pada malam hari ketika akan tidur. Karena hal ini dapat mengurangi ngompol anak pada malam hari. 

3. Tanya Atau Ingatkan Kepada Anak Apakah Ia Ingin BAB Atau BAK

Bunda juga harus sering-sering mengingatkan pada anak untuk ke toilet misalnya dengan berkata " Kalau mau pipis atau pup bilang sama bunda yaaa ". Tanyakan hal yang sama sesering mungkin, karena terkadang anak sangat asik bermain sehingga ia tidak menyadari bahwa dirinya akan buang air kecil atau besar, karena anak asik bermain sehingga ia tidak dapat menyadari berubahan sensor pada kantung kemih nya maupun pada usus besarnya. Dengan cara bunda bertanya sehingga ia dapat menyadari ketika ia ingin buang air atau tidak. Hal ini dapat bunda lakukan selama sebulan tanpa harus merasa bosan karena jika bunda konsisten maka hasilnya akan dapat tercapai.
 

4. Mulai Melepas Popok Pada Malam Hari

Ketika bunda memperhatikan perubahan sangat buah hati pada siang hari dan ternyata hasilnya sudah cukup bagus maka bunda bisa memulai melepaskan popok pada malam hari.Namun ingat,  pada tahap ini mungkin bunda akan sering mengalami hal yang tak terduga seperti anak bunda masih ngompol pada awal-awal melepaskan popok. Tetapi itu sudah menjadi resiko kita ya bunda, jangan patah semangat dan ajak anak ke toilet dulu sebelum tidur agar mengurangi resiko ngompol nya bunda. 

Bunda bisa bangunkan anak ketika kira-kira waktunya ia ke kamar mandi. Bunda bisa pasang alarm antara jam 2 atau 3 dini hari untuk membangunkan buah hati bunda dan mengajaknya ke toilet. Mungkin hal ini bisa dilakukan seminggu pertama jika anak bunda masih ngompol jangan terlalu di paksa ya bunda mungkin anak bunda belum siap. Bersabarlah beberapa bulan lagi. 

5. Konsisten Dalam Melakukan Toilet Training

Jika bunda ingin berhasil, maka kunci dari semua usaha bunda dan buah hati adalah konsisten. Misalnya ketika sedang bepergian jangan pernah bunda menyuruh anak untuk buang air dalam popok nya karena keadaan tertentu. Karena anak akan mengingat hal itu dan besok-besok ia buang air di dalam popok meskipun tanpa bunda suruh dan akan sulit untuk membiasakan anak untuk buang air ke toilet kembali. Oleh karena itu bunda harus tetap konsisten jika sedang di jalan maka carilah toilet terdekat dan jangan suruh anka untuk buang air di popok. Dimanapun bunda pergi pasti ada toilet terdekat kuncinya adalah kekonsistenan orang tua dalam melakukan toilet training ini. 

Mudah-mudahan dapat di terapkan pada buah hati bunda., semoga tutorial dan tips cara mudah mengajarkan toilet training kepada anak ini dapat membantu dalam melakukan praktek toilet training pada buah hati bunda.