tes skb analis kepegawaian kementerian agama cpns 2019
Ilustrasi CPNS 2019


Pengalaman Tes SKB Kementerian Agama Analis Kepegawaian pada periode CPNS 2019 yang selesai pada akhir bulan Oktober 2020. Disini saya akan berbagi suka duka yang saya alami selama tes SKB ini berlangsung.

Mungkin, untuk seleksi selanjutnya tidak akan selama seleksi cpns 2019 yang terhambat cukup lama karena adanya penyebaran virus Covid-19 di seluruh dunia. Tentunya hal ini sangat meresahkan bagi kami pejuang CPNS yang selalu menerima kabar pengunduran tes SKB sejak maret 2020.

Disini saya memberikan gambaran yang mungkin bisa bermanfaat untuk teman-teman dan bisa mengambil pelajaran dari kesalahan saya saat mengikuti SKB di kementerian agama.


Pengalaman Pribadi  Ikut Tes SKB Kementerian Agama Analis Kepegawaian - CPNS 2019


1. Tes Praktik Kerja


Sejujurnya, tes ini sungguh sangat menyakitkan hati saya. Kenapa? Karena saat mendaftar sebagai CPNS Analis Kepegawaian ini, saya hanyalah fresh graduate yang lulus tahun 2019. Saya tidak punya pengalaman kerja di pemerintahan karena saya orangnya realistis. Saya punya prinsip tidak mau mem-php-kan diri saya dengan honor. Kenapa? Karena saya tahu pasti bahwa honorer tidak akan pernah bisa menjadi PNS kecuali ikut dan lulus seleksi CPNS. Jadi... Saya memilih menjadi freelancer dengan harapan jika lulus pns masih punya penghasilan tambahan sehingga saya bisa dijauhkan dari korupsi, suap menyuap dan lain sebagainya.

Sebelum saya melaksanakan ujian praktik kerja, beberapa pengawas ujian langsung bertanya ke saya "Pernah honor kan?". Dan entah kenapa pertanyaan itu seakan clue bagi saya yang akan menghadapi ujian tes SKB Analis Kepegawaian.

Saat ujian dimulai... Saya bingung dan hilang konsentrasi karena kesulitan mendengar pertanyaan penguji (sepertinya penguji berada pada 1 ruangan yang sama dengan penguji lainnya yang sedang menguji orang lain juga). Jadi saya mendengar banyak suara yang bertanya sehingga saya benar-benar hilang konsentrasi.

Sayangnya, sepanjang tes praktik kerja pun, saya ditanya hingga 3 kali terkait pengalaman kerja di lembaga pemerintahan, padahal saya sudah mengatakan kalau saya fresh graduate dan tidak ada pengalaman kerja di bidang perkantoran. Dan banyak soal studi kasus yang sungguh diluar jangkauan saya. Entah kenapa menurut saya, jika kita benar-benar tidak pernah kerja dibidang itu, kita pasti tidak mengerti apa yang mereka tanyakan.

Saya belajar sejak tahun 2019 dan bahkan saya mencatat semua undang-undang, peraturan presiden, perka BKN dan lainnya yang berhubungan dengan analis kepegawaian dengan tulis tangan. Yappp! Berbulan-bulan saya melakukan itu, belum lagi mengumpulkan materi diklat analis kepegawaian serta menonton video tentang hal-hal yang berkaitan dengan analis kepegawaian.

Kalau kamu fresh graduate, jangan coba-coba ambil Kementerian Agama, carilah kementerian/Pemda yang menggunakan sistem CAT untuk ujian SKB. Karena kamu bisa langsung tahu hasil tes kamu dan saingan kamu begitu kamu selesai ujian layaknya SKD. Semoga pengalaman skb kementerian agama saya di cpns 2019 jurusan analis kepegawaian  ini bisa memberikan pencerahan untuk teman-teman pembaca yang belum pernah ikut seleksi CPNS sama sekali.

Sejak semester 1 perkuliahan saya sudah terbiasa ikut komunitas non profit yang menyelenggarakan kursus bahasa gratis. Dan saya sudah mempelajari bahasa mandarin, belanda, perancis, jepang, jerman dan juga bahasa Inggris. Saya sedikit berkhayal bisa menjadikan kemampuan bahasa sebagai keunggulan saya, namun saat wawancara praktik kerja, saya disuruh menulis kanji. Roboh sudah semua harapan saya hehe. Karena bahasa mandarin susah, bisa pelafalan dan percakapan saja menurut saya sudah luar biasa.

Banyak sekali pertanyaan yang tidak bisa saya jawab. Saya tidak tahu entah karena saya sebodoh itu, entah karena jaringan lag (wawancara saat itu menggunakan aplikasi zoom). Padahal pertanyaannya mudah sekali dan saya sudah baca berulang kali, tapi setiap saya jawab yaa... Pengujinya bilang saya nggak tahu.

Hal yang membuat saya sedih adalah respon dari penguji. Kenapa? Karena saya sudah berusaha menjawab pertanyaan dan bahkan dengan berteriak supaya pengujinya bisa dengar. Tapi... Pengujinya langsung mengatakan "NGGAK TAHU YA?". Pokoknya apapun yang saya coba jawab langsung direspon seperti itu, dan disana mental saya langsung drop sehingga tidak bisa berpikir apa-apa lagi setelahnya. Mungkin akan lebih baik jika penguji langsung saja menulis nilai 0 tanpa harus mengatakannya kepada orang yang diuji, hehe.

Pertanyaan yang bisa saya jawab hanya seputar hal apa yang saya bisa dari website dan bisa coding atau nggak. Disini saya kembali semangat dan mengatakan kalau saya terbiasa menghandel website jadi semuanya saya bisa, saya jelaskan panjang lebar dan penguji sepertinya tidak mengerti dunia saya yang satu ini. Jadi mereka tidak ada respon excited sama jawaban saya.

Penutupnya, saya jawab saya bisa coding dan hal-hal seputar desain web juga saya paham. Tapi yaa... Respon penguji sepertinya sudah tidak tertarik dengan saya. Saya pun yakin nilai ini tidak sebesar nilai pengetahuan tentang formasi yang kita pilih.

Saat itu saya merasa mendapatkan penguji yang tidak menguntungkan saya. Tapi, teman-teman nggak perlu takut juga karena banyak kok yang dapat penguji kekinian, friendly dan tidak seperti pengalaman saya.


2. Tes Psikotes


peserta skb kemenag 2019 tes psikotes
Peserta CPNS 2019 Kementerian Agama

Tes SKB psikotes di kementerian agama sungguh drama sekali. Kami melaksanakan tes dengan menggunakan komputer yang servernya di handel sama Kementerian Agama dan bukan BKN. Dan perlu di ingat, ini adalah kali pertama kementerian agama melaksanakan tes psikotes dengan sistem CAT. Tahun-tahun sebelumnya masih menggunakan lembar ujian dan pakai pensil gitu kalau nggak salah. 

Dan pada hari saat ujian berlangsung.... Booommmm!!! Server web ngelag parah karena tidak sanggup menanggung belasan ribu peserta yang login pada saat bersamaan. Saya sungguh sangat mengingat betapa kesalnya saya dan peserta lain saat kami tidak bisa lanjut ke soal berikutnya walaupun kami sudah memilih jawaban untuk soal tersebut.

Dan setelah depresi dengan keadaan, lambat laun jawaban saya sudah terisi semuanya. Saya lakukan cara apapun agar soal saya bisa lanjut ke soal terakhir dengan berulang kali refresh, klik jawaban sampai ada tombol lanjut dan lainsebagainya. 

Pada saat saya hendak mengakhiri jawaban saya, drama baru pun muncul kembali. Pada tampilan preview jawaban yang sudah kita pilih, saya menyadari bahwa jawaban saya berubah! Saat saya mengklik jawaban A, yang tersimpang di website malah C. Dan saya ingat betul jawaban saya berubah dari soal nomor 60 an hingga selesai. Yang paling membuat saya kesal adalah jawaban yang tersimpan tentang radikalisme, anarkisme dan toleransi semuanya berubah! Bayangkan kalau kami tidak sadar dan langsung diperiksa itu hasil ujian. Pasti semuanya dituding radikal, anarkis dan tidak toleran.

Akhirnya kami mendapatkan jadwal ujian tes psikotes yang baru setelah perasaan emosi dan depresi yang kami dapatkan pada hari itu. Saya sudah bersungguh-sungguh mengerjakan soal dan menggunakan banyak sekali kertas coret-coret untuk soal perhitungan pada tes ini dan semuanya sia-sia.

Pada hari yang dijadwalkan untuk ujian ulang, kendala yang kami hadapi tidak separah hari sebelumnya. Namun, saya ada melihat komentar peserta lain yang tidak bisa menjawab soal hingga usai karena di menit-menit terakhir websitenya lemot menyimpan jawaban dan memunculkan soal. Pada saat itu, saya sedikit beruntung karena menyelesaikan soal 15 menit sebelum waktu habis dan saya tidak menghadapi kendala tersebut. Tapi, ada juga peserta yang tidak sempat mengklik tanda "SELESAI" pada ujian tersebut. Jadi... Saran saya, usahakan untuk bisa menyelesaikan soal 20 menit sebelum waktu ujian selesai.

3. Tes Wawancara


Untuk tes wawancara, saya tidak memiliki kendala apapun. Pengujinya berbanding terbalik dengan penguji saya sebelumnya di tes praktik kerja. Penguji tes ini tidak mengatakan saya salah dan benar-benar mendengarkan jawaban saya dengan seksama. 

Pada tes ini, saya pun sadar ada beberapa pertanyaan yang saya jawab salah, namun saya sadar diri dan pengujinya tidak langsung merendahkan saya. Saya ada baca komentar, beberapa peserta di sepelekan sama pengujinya saat tes wawancara karena kurang fasih bacaan sholat dan baca Al-Qur'an. Mereka sampai dibilang "Itu saja kamu tidak bisa, kamu kayaknya nggak cocok di kemenag deh". 

Saya benar-benar merasa jawaban saya sangat dihargai pada tes kali ini dan pengujinya tidak ada merendahkan saya sama sekali. Mengingat latar belakang saya yang tidak pernah menjalani sekolah keagamaan, saya juga was-was kalau bakal drop disini. Semoga kalian mendapatkan penguji yang seperti ini kalau tes di kementerian agama yaaa gaes! 


Pengumuman Hasil Tes Skb Kementerian Agama Analis Kepegawaian -  CPNS 2019





Tepat pada akhir bulan oktober tahun 2020, hasil tes SKB pun di umumkan dan tadaaaa...! Saya tidak lulus karena berada di peringkat 7 (sebelumnya saya peringkat 9) dan yang diambil hanya 3 teratas. Hasil tes praktik kerja saya sangat rendah dan untuk tes lainnya cukup tinggi. Yahhh... Mau gimana lagi emang ngga ada pengalaman kerja, apa yang mau dipraktekkan hehe...

Hasil akhir integrasi skd dan skb kemenag cpns 2019 analis kepegawaian
Kenangan hasil tes skd dan skb kemenag- cpns 2019



Akhir kata, disini saya sharing bukan karena saya ingin menjatuhkan nama kementerian agama, saya pun tahu betapa sibuknya panitia CPNS tahun ini mengurus peserta di tengah wabah covid-19. Tapi, saya sungguh ingin kementerian ini berbenah agar bisa kekinian seperti admin sosmednya. 

Mungkin bisa diperhatikan untuk soal-soal tertentu yang ditujukan kepada orang-orang yang latar belakangnya sekolah umum. Jangan tanya tafsir/pemahaman pada ayat acak yang kami bahkan tidak pernah pelajari di sekolah umum. Mungkin soal tafsir ayat Al-Qur'an bisa ditujukan untuk lulusan pesantren, UIN, IAIN dan STAIN. Terlebih untuk fresh graduate, mungkin saja kami tidak ada pengalaman kerja dan honorer namun punya skill lain diluar pemerintahan yang bisa memajukan kementerian agama dari segi teknologi ataupun hal lainnya.

Semoga teman-teman pembaca bisa mengambil hal baik dari pengalaman skb kementerian agama analis kepegawaian di CPNS 2019 yang pernah saya alami ini. Kalau ada hal negatif dari tulisan saya, mohon jangan ditiru dan diambil hati yaaa!

Disini saya tidak mengklaim bahwa saya pintar dan seharusnya diluluskan. Tulisan inipun bukan bentuk protes saya terhadap ketidak lulusan saya. Saya hanya kesal dengan banyaknya kendala yang saya alami pada tes ini, sehingga saya tidak bisa menjawab dengan optimal karena banyaknya masalah teknis.

Semangat yaa...!!! Untuk kalian pejuang CPNS di tahun berikutnya! Cari informasi instansi yang kalian lamar sedetail mungkin!